Masherul.Com - Pemerintah Indonesia pada saat ini sedang berfokus pada pembangunan infrastruktur. Salah satu sektor yang menjadi fokus utama adalah pembangunan sarana transportasi. Pemerintah menilai bahwa dengan tersedianya sarana transportasi maka akan menunjang serta membantu pembangunan di sektor lainnya. Karena selama ini, minimnya sarana transportasi dituding sebagai salah satu penyebab terhambatnya pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pembangunan di Indonesia.
Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi mengatakan bahwa saat ini dalam kurun 5 tahun terakhir pertumbuhan sektor transportasi per tahun rata-rata di atas 7%, lebih besar dari pertumbuhan PDB secara total. Sedangkan pada tahun 2018, sektor transportasi berkontribusi sebesar 8,23% terhadap PDB. Menurutnya, pencapaian tersebut merupakan hasil dari tata kelola anggaran yang efektif serta efisien. Sehingga sektor transportasi dapat berkembang dengan sangat baik dan mampu menunjang pembangunan di sektor lainnya.
Menhub menambahkan, keberhasilan suatu pembangunan sangat dipengaruhi oleh peran transportasi sebagai penghubung distribusi ekonomi, politik dan sosial budaya. Karena perannya yang sangat strategis, harapannya sektor transportasi dapat menjalin konektivitas antarpulau dan mampu mewujudkan kemudahan akses ke seluruh wilayah tanah air Indonesia. Selain itu transportasi juga harus bisa menjamin keamanan dan keselamatan pengguna jasa dan menyediakan pelayanan dengan kualitas yang sangat maksimal.
Menhub menyampaikan saat ini pemerintah terus mengupayakan pembangunan proyek infrastruktur transportasi guna mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Karena pada tahun 2045 ekonomi Indonesia diprediksi akan mencapai puncak kejayaannya dengan menjadi negara ekonomi terbesar ke empat di dunia dengan PDB mencapai Rp 120 ribu triliun.
Menurut Pelaksana Tugas Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Perhubungan, Hengki Angkasawan, pembangunan transportasi tidak hanya terfokus di wilayah pulau Jawa saja, namun juga meliputi pulau lain seperti Sulawesi, Kalimantan, Maluku Utara hingga Papua. Salah satu contohnya adalah proyek pembangunan bandara di Kab. Miangas yang berjarak 70 km dari Filipina.
Untuk pembangunan pada sektor transportasi udara telah mencapai hampir 100 persen persen dari target yang ingin dicapai hingga tahun 2019 ini. Selain membangun sektor transportasi udara, Kemenhub juga telah membangun dan merevitalisasi sektor transportasi lain seperti pelabuhan, terminal bus, dan jalur kereta api.
Upaya pembangunan yang dilakukan oleh Kementrian Perhubungan ini merupakan langkah nyata dalam mendukung program pemerataan dan mengurangi ketimpangan yang dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo. Menurut Jokowi, pembangunan sarana transportasi harus diprioritaskan untuk meningkatkan konektivitas antar daerah. Konektivitas yang dimaksud bukan hanya tentang infrastruktur transportasi saja, tapi juga dikaitkan dengan sistem logistik dan distribusi multimoda. Karena selama ini masyarakat di daerah terpencil harus membayar lebih mahal untuk barang yang dibutuhkan atau bahkan barang itu tidak tersedia. Jokowi juga menegaskan dengan pembangunan infrastruktur transportasi tersebut dapat menggerakkan perekonomian daerah.
Beragam manfaat dari berkembangnya sektor transpotasi sudah bisa mulai dirasakan sekarang. Salah satunya adalah penurunan harga sekitar 10-20 persen di kepulauan Rote. Penurunan harga tersebut dapat dirasakan setelah dioperasikannya tol laut yang berada di Pelabuhan Ba’a. Hal itu telah sesuai dengan tujuan dibangunnya tol laut yaitu untuk mendistribusikan logistik ke beberapa daerah terpencil.
Selain itu, tol laut juga berpotensi membawa barang hasil daerah setempat menuju daerah lain guna menunjang peningkatan ekonomi. Berdasarkan manfaat yang telah dapat dirasakan, Kemenhub berencana menambah 50 m panjang tol laut itu dari yang tersedia saat ini sepanjang 80 m. Dengan harapan dapat menambah kapasitas daya tampung kontainer dan kapal yang bersandar dipelabuhan.
Dengan pencapaian pembangunan transportasi saat ini, menunjukan bahwa pemerintah sangat serius untuk membangun Indonesia. Terutama dalam sektor transportasi yang dinilai sebagai sektor yang paling krusial dalam menunjang pembangunan di sektor lainnya.
Semoga dengan komitmen yang dimiliki oleh pemerintah tersebut, dapat menjadikan Indonesia sebagai negara terbesar keempat sesuai dengan prediksi yang disampaikan oleh Menteri Perhubungan. Untuk mencapai hal itu, perlu adanya dukungan dari setiap elemen masyarakat kita. Karena pembangunan yang dilakukan demi kesejahteraan rakyat dan kemajuan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Pemerataan Pembangunan Melalui Sektor Transportasi
I like to read and learn new things, especially about Writing and Programming and then applying them in my work, I work on my own to build Masherul.com and its derivative products.
