Ini bukan omong kosong lho. Bukan pula penipuan seperti yang kerap diumbar para penipu uang masyarakat, seperti investasi bodong dan Memiles.
Lalu, pekerjaan seperti apa, kok sambil tiduran saja bisa dapat duit?
Jawabannya: menjadi trader di pasar saham.
Memang banyak rumor yang beredar trading saham itu punya risiko tinggi. Banyak yang sudah takut duluan karena tidak mau rugi dan itu benar. Lagipula mana ada sih didunia ini yang tidak ada risikonya?
Tapi sebaiknya, jangan berfikir negatif dulu tentang trading saham. Sebab, trader pemula pun tetap bisa mengurangi risiko dengan bermain aman. Dan, trading saham ini juga bukan hal yang terlalu rumit kok.
Modal trading saham saat ini cukup smartphone yang kamu punya dan uang sebesar Rp1 juta sebagai modal awal untuk membuka rekening saham. Tak percaya? Coba simak dan ikuti langkah-langkah dibawah ini.
Belajar lewat aplikasi simulasi pasar saham
Sebelum terjun, kamu bisa mencoba melakukan simulasi trading di pasar saham melalui aplikasi. Baik diperangkat Android maupun Apple, banyak aplikasi simulasi ini, misalnya, aplikasi RTI atau Stockbit.
Lewat simulasi ini, kamu dapa belajar banyak hal. Contohnya, saham apa yang cocok untuk kamu beli, dititik mana kamu harus menjual dan membeli saham, serta cara menghindari kerugian.
Mulai dengan jumlah kecil
Sebagai pemula, kamu tidak perlu modal besar. Seperti yang disebut tadi, kamu cukup punya modal Rp1 juta. Setelah itu, buka Rekening Dana Nasabah BCA dan rekening efek diperusahaan sekuritas, seperti BCA Sekuritas. Rekening ini nantinya bisa kamu gunakan untuk transaksi pasar modal melalui ponsel.
Cara membukanya juga cukup simpel. Siapkan syarat-syarat, seperti KTP, NPWP, foto kopi halaman depan buku tabungan BCA, dan isi formulir, lalu kirimkan ke alamat BCA Sekuritas. Kamu bisa klik tautan ini untuk informasi lebih lengkap soal Rekening Dana Nasabah BCA.
Dana setoran awal sebesar Rp1 juta tadi bisa kamu gunakan untuk membeli saham incaran kamu. Portofolio investasi saham juga bisa kamu cek lewat AKSes KSEI di KlikBCA.
Buat perencanaan trading secara matang
Karena pasar saham fluktuatif, kamu perlu membuat trading plan yang matang. Misalnya, menentukan batas bawah kerugian dan batas awal keuntungan.
Penentuan ini penting agar kamu tidak terburu-buru melakukan aksi beli dan jual. Selain itu, kamu pun bisa lebih realistis dan mengandalkan logika.
Trading plan tadi dibuat untuk meminimalisasi kerugian yang bisa kamu derita karena tidak sabar dan terbawa emosi.
Lakukan diversifikasi
Kamu dapat melakukan diversifikasi portofolio saham. Pilih beberapa saham dari perusahaan yang punya kinerja bagus. Sebelum membeli, lakukan dulu analisis fundamental dan teknikal.
Bagaimana? Sudah mulai tertarik tertarik menjadi trader pasar saham? Lakukanlah sekarang juga.
Jika artikel ini dirasa bermanfaat silahkan share ke media sosial supaya yang lain bisa membaca artikel ini juga. Terimakasih..
